• Calendar

    October 2007
    M T W T F S S
        Nov »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • setangkai bunga untukku???

    October 27th, 2007 by callmedy

    Hari sudah mulai siang. Panas matahari makin terasa menyengat di kulit. Sebuah tenda yang didirikan di tengah lapangan basket nampak tidak cukup untuk menampung semua anggota keluarga dan sanak saudara dari wisudawan/wisudawati yang harus rela melihat dan menunggu prosesi wisuda dari luar gedung serba guna. Akhirnya banyak yang memenuhi koridor-koridor, berjejalan dengan banyak penjaja bunga dan penjual aneka macam suvenir. Ditambah lagi mahasiswa/mahasiswi yang berlalu-lalang menuju gedung perkuliahan. Suasana nampak ramai. Penuh sesak.

    Di sebuah penjaja bunga, terlihat dua gadis manis sedang berusaha menawar harga bunga mawar. Alya nama salah satu gadis itu. Ia didaulat untuk melakukan transaksi tawar menawar. Sedangkan temannya, Gea, hanya tinggal memilih bunga-bunga yang hendak dibeli. Harga sepakat dicapai. Seribu lima ratus untuk satu tangkai mawar. Lumayan lebih murah lima ratus rupiah. Puas memilih mawar-mawar, mereka pun bergegas menuju depan pintu gedung serba guna, menunggu prosesi selesai lalu memberikan bunga.

    Satu jam berlalu. Prosesi masih belum juga selesai. Gea sudah beberapa kali mengeluh kepanasan. Belum lagi merasa pegal. Sedangkan Alya lebih memilih untuk mengedarkan pandangan, siapa tahu ada sosok yang ia kenal tertangkap indera penglihatannya. Sedang asik mencari mangsa, tiba-tiba ada yang menepuk lembut pundaknya. “Alya…”, seorang pemuda mengulurkan setangkai mawar putih ke hadapannya. Pemuda itu tersenyum. Alya terdiam. Untuk sesaat dunia terasa terhenti. Seorang yang selama ini didambakannya kini mengulurkan setangkai bunga di hadapannya. Jantung Alya berdegup sangat kencang. Ia merasa berbunga-bunga. Perlahan tangannya terangkat menggapai bunga itu. Wajahnya memberikan senyuman termanis yang pernah ada. “Nitip tolong kasiin Dea dong, males nunggunya gw.”, si pemuda itu bersuara. Kontan raut wajah Alya berubah. ‘Hah, apa gw ga salah denger?!’, pikirnya. “Nitip yak.”, lagi-lagi pemuda itu mengingatkan. Lalu pergi. Tinggal Alya yang masih hang. Terdiam. Kali ini karna shock bercampur malu. Gea yang ada di sampingnya berusaha keras menahan tawa. “Makanya jangan keburu GR, Ya…”, ujarnya dengan senyum penuh arti.

    Posted in sToRieS | | | 0 Comments

  • Recent Posts

  • Categories

  • Archives

  •